Jumat, 29 Juni 2012

what i think about a novel...

Ada 4 kata yang biasaya saya gunakan untuk menilai sebuah novel yang selesai saya baca ." biasa, lumayan ,bagus dan bagus banget.
Saya adalah salah satu dari jenis orang yang suka membaca, lebih senang berhadapan dengan 28 huruf yang dirangkai menjadi ratusan halaman kata - kata indah yang sarat makna ,daripada mendatangi sebuah pameran yang penuh sesak dengan lautan manusia . Yang seperti itu justru malah membuat sesak nafas dan pening kepala. Walaupun tidak menutup kemungkinan untuk mendatanginya hanya ketika di ajak oleh teman – teman atau memang penting .

Keseringan membaca novel berbanding lurus dengan tingkat kemarahan ibu :)frekuensinya menjadi sangat sering ketika insomnia beliau tiba – tiba muncul, alhasil ibu melihat lampu ruang tengah yang masih menyala hingga pukul 01.00.hehehe, kalau sudah begitu lebih baik menurut dan masuk kamar kalau tidak pasti saya sudah dinasehatinya panjang lebar:). Karena sudah menjadi kebiasaan bagi saya lebih suka membaca di ruang tengah daripada di dalam kamar.entah kenapa bisa demikian…..

Kalau membaca novel lebih sering dianggap tidak berguna karena hanya meningkatkan daya khayal pada hal – hal yang fiktif dan tidak ada ilmu yang bisa diambil , tetapi bagi saya tidak demikian. Menurut saya selalu ada pelajaran yang dapat diambil selesai membaca sebuah novel.pasti ada!.meskipun tak menyangkal juga kalau daya khayal jadi lebih meningkat, karena membaca suatu novel bararti membayangkan diri kita ada di dalam suatu cerita menjadi bagian yang tidak dapat terlihat tapi kita dapat melihat semuanya tidak hanya terbatas pada penampilan tokoh atau latar tempat ,tetapi juga semua perasaan yang di rasakan oleh para pelaku yang ada di di dalam sebuah cerita. Saya kagum pada mereka yang memiliki bakat menulis, khayalan mereka sungguh luar biasa dan dapat dituangkan menjadi sebuah cerita, membuat orang yang membaca tulisan mereka bisa ikut merasakan dan masuk ke dalam alur yang mereka ciptakan , mereka adalah seorang sutradara yang menentukan bagaimana sebuah cerita berakhir ,bahagia atau menyedihkan .Saya pengagum segala jenis kata – kata indah yang sarat makna. Ingin sekali suatu saat saya bisa membuat orang masuk dan merasakan alur dalam cerita yang saya buat . Tetapi sepertinya tidak untuk saat ini, sekarang saya hanya masih dalam tahap berkhayal. :)

Tetapi jangan pernah kita menyamakan kehidupan kita dengan jalan cerita sebuah novel, yang bagitu mudah sebuah masalahh dapat terselesaikan sebagai sebuah kebetulan.
Novel, cerpen dll. Hanya kisah kecil yang diciptakan oleh seorang pengarang yang sejatinya adalah seorang manusia.

Sementara kisah nyata dalam kehidupan kita manusia pasti lebihlah rumit, semua pertanyaan tidak bisa terjawab dengan mudahnya, karena kita adalah hanya sebuah pelaku hidup dalam sebuah kisah nyata kehidupan yang merupakan bagian kecil dari Buku Kehidupan yang di Sutradarai oleh Dia Yang Maha Besar. ^_^


Kamis, 08 Maret 2012

Company Profile PT SINAR SOSRO

PT. SINAR SOSRO

Berdiri pada tahun 1974, PT SINAR SOSRO merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia. Nama SOSRO diambil dari nama keluarga pendirinya yakni SOSRODJOJO.

Tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di sebuah kota kecil bernama Slawi di Jawa Tengah. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol dimana daerah penyebarannya masih di seputar wilayah Jawa Tengah.

Tahun 1953, Keluarga Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya dengan merambah ke ibukota Jakarta untuk memperkenalkan produk Teh Cap Botol yang sudah sangat terkenal di daerah Jawa Tengah.

Perjalanan memperkenalkan produk Teh Cap Botol ini dimulai dengan melakukan strategi CICIP RASA (product sampling) ke beberapa pasar di kota Jakarta.

Pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual teh siap minum (ready to drink tea) dalam kemasan botol, dan pada tahun 1974 didirikan PT SINAR SOSRO yang merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia.

Model botol untuk kemasan Tehbotol Sosro mengalami tiga kali perubahan yakni :
1. Botol Versi I
Dikeluarkan pada tahun 1970 dengan merek TEHCAP BOTOL SOFT DRINK SOSRODJOJO

2. Botol Versi II
Dikeluarkan pada tahun 1972 dengan merek TEH CAP BOTOL (dengan penulisan ”CAP” lebih kecil, sehingga orang lebih membaca TEH BOTOL), selain itu Penulisan Soft Drink dihilangkan, dan tulisan TEH BOTOL diganti dengan warna merah putih yang menggambarkan produk asli Indonesia. Penulisan Sosrodjojo juga disingkat menjadi SOSRO dalam logo bulat merah.

3. Botol Versi III
Pada tahun 1974, terjadi perubahan design botol yang ke-III. Design botolnya tidak seperti botol versi I & II. Dengan bentuk botol yang baru dan perubahan pada penulisan merk TEHBOTOL SOSRO pada kemasannya. Design botol ke-III ini diperkenalkan seiring dengan didirikannya pabrik PT. SINAR SOSRO yang pertama di daerah Cakung, Jakarta.

Bisnis SOSRO sampai dengan saat ini sudah dijalankan oleh tiga Generasi SOSRODJOJO yakni :
Generasi Pertama (Pendiri Grup Sosro) :
Bapak Sosrodjojo (Alm.)
Generasi Kedua
Bapak Soemarsono Sosrodjojo (Alm.)
Bapak Soegiharto Sosrodjojo
Bapak Soetjipto Sosrodjojo
Bapak Surjanto Sosrodjojo
Sejak awal tahun 1990, bisnis ini telah mulai dikelola oleh cucu Bapak Sosrodjojo atau dapat juga disebut dengan Generasi Ketiga
Pengembangan bisnis minuman teh selanjutnya dilakukan oleh dua perusahaan :
PT. SINAR SOSRO, perusahan yang memproduksi Teh Siap Minum Dalam Kemasan. Produk-produknya adalah Tehbotol Sosro, Fruit Tea Sosro, Joy Tea Green Sosro, TEBS, Happy Jus, dan Air Minum Prim-A
PT. GUNUNG SLAMAT, perusahaan yang memproduksi Teh Kering Siap Saji. Produk-produknya adalah Teh Celup Sosro, Teh Cap Botol, Teh Poci, Teh Terompet, Teh Sadel, Teh Sepatu dan Teh Berko
PT. GUNUNG SLAMAT mendapatkan penghargaan sebagai Top Brand Award 2008 untuk kategori Teh Celup
Dalam pengembangan bisnisnya, PT. SINAR SOSRO telah mendistribusikan produknya ke seluruh penjuru Nusantara, melalui lebih dari 150 kantor cabang penjualan, serta beberapa Kantor Penjualan Wilayah (KPW).
Selain itu, produk PT. SINAR SOSRO sudah merambah pasar Internasional dengan upaya mengekspor produk-produk dalam kemasan kotak dan kaleng ke beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Amerika.
Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sej`k Tanggal 27 November 2004, PT SINAR SOSRO dan PT GUNUNG SLAMAT bernaung dibawah perusahaan induk (holding company) yakni PT ANGGADA PUTRA REKSO MULIA (Grup Rekso) yang berkantor Pusat di :

Gedung Graha Rekso
Jl. Boulevard Artha Gading Kav A1
Sentra Bisnis Artha Gading –
Kelapa Gading - Jakarta Utara, 14240
Dasar atau Filosofi PT. Sinar Sosro adalah Niat Baik yang di jabarkan dalam 3K dan RL yakni :
•    Peduli terhadap KUALITAS
•    Peduli terhadap KEAMANAN
•    Peduli terhadap KESEHATAN
•    Serta RAMAH LINGKUNGAN

Keterangan untuk produk PT. Sinar Sosro :
•    Teh botol Sosro menggunakan bahan baku : air, gula industri dan teh hijau yang dicampur dengan bunga melati dan bunga gambir (dikenal dengan teh wangi).
•    Fruit Tea menggunakan bahan baku yakni : air, gula industri, teh hitam dan konsentrat sari buah asli.
•    Joy Tea Green menggunakan bahan baku : air, gula industri dan teh hijau.
Bahan baku teh untuk produk-produk PT. SINAR SOSRO disuplai oleh PT. GUNUNG SLAMAT, sedangkan bahan baku teh tersebut dikelolah oleh PT. AGRO PANGAN selaku sister company. Bahan baku teh untuk PT. Sinar Sosro berasal dari:
•    Perkebunan Teh Gunung Rosa di Cianjur
•    Perkebunan Teh Gunung Manik di Cianjur
•    Perkebunan Teh Gunung Cempaka di Cianjur
•    Perkebunan Teh Gunung Satria di Garut
•    Perkebunan Teh Daerah Neglasari di Garut
•    Perkebunan Teh Daerah Cukul di Pangalengan
•    Perkebunan Teh Daerah Sambawa di Tasikmalaya

Sumber:    http://www.sosro.com/profil-perusahaan.php
                http://www.sosro.com/sejarah-bisnis.php

Rabu, 07 Maret 2012

Sahabat

 
Ini adalah mengenai sebuah hubungan yang terjalin  diantara anak-anak adam sebuah hubungan tanpa ikatan darah tapi terasa lebih kental,

sebuah hubungan yang dipertemukan oleh takdir yaitu hubungan "persahabatan" pertalian dua hati yang tak sedarah,tapi terasa begitu dekat begitu saling memahami.

Sebentuk cinta yang berbeda warna berdasar ketulusan dan keikhlasan rasa saling memberi tanpa mengharapkan balasan.

Indah dan menyenangkan.Itu yang aku rasakan setelah hampir 3 tahun mengenal orang  orang yang bernaung di bawah gedung yang sama untuk menimba ilmu dan menggantugkan cita-citanya.SMK Negeri 1 Jombang.Memang harus diakui semua hubungan itu tidak selalu berjalan dengan mulus selalu saja ada kerikil - kerikil yang menghadang,kalau tidak demikian sebuah hubungan akan hambar rasanya bukan?

Perselisihan , kesalahpahaman,tidak sependapat,pertengkaran juga pernah terjadi di antara kami itu semua hanya sebagai bumbu penyedap sebuah hubungan persahabatan.

Bersyukur mengenal beragam sifat yang dimiliki oleh para sahabat sehati ini,ada yang alimnya tak karuan,ada yang humoris,pendiam,emosional,cerewet,usil,ada yang hobi berisik dan jadi sumber keributan pun ada yang keibuan dan ada pula yang manja,

Yang pada akhirnya keragaman itu membuat Gradasi warna - warni pelangi di salah satu lembaran buku harian ku.

Tapi seperti apa yang banyak dikatakan oleh orang - orang bijak.Pada Setiap pertemuan terselip perpisahan.

Hal ini juga yang belakangan ini berubah menjadi sebuah ketakutan.Takut untuk membayangkan hari itu akan benar - benar terjadi.Takut nantinya justru seperti tidak pernah mengenal satu sama lain.

Tapi sekuat apapun berusaha menolaknya perpisahan itu akan terjadi.Mungkin kita haruss rela kita berpisah untuk menuju pada kehidupan yang lebih besar pada dunia yang ebih besar,pada tanggung jawab yang lebih besar

bukan lagi dunia anak abu-abu,Tapi dunia orang dewasa.

Sabtu, 28 Januari 2012

Hataraku

Hataraku
Hatarakedo hatarakedo nao waga kurashi
Raku ni narazari jitto te wa miru

Aku bekerja
Aku bekerja dan bekerja, tapi tetap
Tiada hasil yang membaik
Dalam tanganku aku tersesat
Hanya bisa menerawang

Senin, 09 Januari 2012

Pantaskah?????

aq rasa ingin mengeluh,
lelah.....
tapi merasa tak pantas juga,
aq pernah berkata aku serahkan semuanya pada Nya,
tapi menangisi kecewa,
lalu mauku bagaimana?
semua harus sesuai kehendakku??begitu!!!
aq tau itu namanya memaksa,
lalu siapa aku,berani memaksa????
aku hanyalah kekasih kecil Nya,
yang hidup,bernafas,bergerak,karena cintaNya

Sabtu, 26 November 2011

Saranghae


Kring…..kring……

Bel jam istirahat  berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk menyumpal mulut cacing – cacing yang ada di perut mereka yang sedari tadi pagi demo menuntut jatah sarapannya,

  “Ay,ke kantin yuk??”,ajak Rina teman sebangku ku.

  ”Ngga’ ah rin ,gue udah sarapan tadi pagi”,jawabku menolak ajakannya.

  ”ya udah deh klo gitu,nanti klo udah bel masuk loe sms guew za!”.

  ”ok.”

Berada di kelas sendirian membuatku bosan juga ,lalu aku putuskan untuk ke perpustakaan.Jarak antara perpustakaan dengan ruang kelasku memang tidak terlalu jauh hanya dipisahkan dengan lapangan basket,Terik udara siang hari itu memaksaku mengenrenyitkan mata saat melewati lapangan basket,
uh...panas juga ya.... keluhku dalam hati.

Sesampainya di perpustakaan aku memilih duduk di bangku paling pojok lalu menyalakan heasdsetku untuk memutar sebuah lagu,dengan sebuah buku di tanganku yang di bagian sampulnya tertulis ”Fairish”.

  wae nae nunpe natana

  wae nega jakku natana

  du nuneul gamgo nuumyeon

  wae ne olguri tteoolla…….


  “Ay…..,Ayu……Ayuuuuuu….!!!!

Dug….

Sebuah buku Matematika mendarat di kepalaku.

  “Aduh,apaan sih????”,kataku protes karena ketenanaganku mendengarkan musik diganggu oleh Rina.

  “ Loe sih, dari tadi gue panggil-panggil sampe tenggorokkan kering nggak nyaut-nyaut,

Lagi ngapain sih??”

  “ Ya loe juga ,uda tau lagi pake’headset , mana gue denger”

  ”Nah loh ... kok jadi gue yang salah ?!, ehm ....tau dech loe pasti lagi dengerin lagu   korea kan?”

  ”hehehe .... ya dong,”

  ”Apa sih bagusnya lagu korea ay????belakangan ni pada kena korean fever semua, boyband ma gilrband ju pada bermuculan”

  ”wah jangan salah,musik korea tu keren nggak kalah sama musik barat favorit loe tu , lagian orangnya juga pada ganteng-ganteng dan cantik-cantik, klo sekarang banyak muncul boyband sama girlband soalnya ketenaran artis – artis korea uda mengispirasi mereka,lagian gue suka sama musik korea sama drama korea juga uda lama dan.......”

  ”sssst,.....gue nanyanya dikit kenapa loe jawabnya kaya’ bacain undang-undang gitu???”,kata Rina sambil menutup mulutku dengan tangannya.

Tiba-tiba saja Bu Ani yang menjaga perpustakaan sudah ada di samping kami.Dan di wajahnya seolah tertulis ”JANGAN BERISIK!!”.Ternyata semua yang ada di perpustakaan menoleh ke arah kami, mereka merasa terganggu dengan ulah kami barusan. Aku dan Rina hanya tersenyum kecil pada Bu Ani dan minta maaf kemudian kami keluar dari perpustakaan.

  “Gara-gara loe nih Ay”

  “Enak aja yang mulai duluan kan loe”,kataku..

  ”Aduh…..gue lupa lagi,tadi itu niat gue nyariin loe kan buat nyampain pesen dari Bu Tanti ,loe di suruh ke ruangannya.Katanya sih nyokap loe ada di sana”.

  “Ngapain nyokap gue di ruang kesiswaan???”

  “ya mana gue tau,udah deh cepetan sana”

            Setibanya di perpustakaan aku hanya bertemu dengan Bu Tanti, Yang kemudian mempersilahkanku duduk.

  “Rina tadi mengatakan pada saya untuk ke ruangan ibu menemui ibu dan mama”,aku mulai bertanya ,karena tidak menemukan mama sdi ruagan Bu Tanti.

  “ya,memang benar, tapi mama kamu sudah pulang karena urusan pekerjaan”.

  ”Maaf sebelumnya bu,kalo boleh saya tahu sebenarnya ada kepentingan apa mama menemui ibu??”tanyaku penasaran.

  ”Mama kamu mau mengurus dokumen – dokumen kepindahan sekolah”

  ”Pindah??!!”Tanyaku tidak percaya yang sebenarnya kutujukan untuk diriku sendiri.
  ”Lho memangnya kamu tidak tahu??”

  ”.........”aku hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.

Kring......kring.....

Bel tanda masuk jam pelajaran terakhir  sudah berbunyi, aku keluar dari ruangan Bu Tanti dengan lesu dan bertanya-tanya kenapa mama mau memindahkan sekolahku??

 dan akan dipindahkan ke mana??

Selama pelajaran aku duduk gelisah,ingin cepat-cepat pulang dan menemui mama menanyakan kebenaran dari apa yang disampaikan Bu Tanti padaku.

  ”loe kenapa sih Ay, kayaknya gelisah banget??”,tanya Rina curiga.

  ”Nggak papa ko’,gue cuma pengen cepet pulang aja”,kataku berbohong.

  ”Ouh...kirain,Sabar lah tinggal 10 menit lagi”

            Akhirnya bel yang aku tunggu – tungg dari tadi berbunyi juga.

  ”Rin,gue dulan ya,ada urusan penting nih,da….”,kataku pada Rina sambil berlalu.

  “Ok, besok jangan lupa bawa katak buat praktikum biologi”,sambil berteriak.

  ”Ya....”


  ”Mang bisa lebih cepet nggak nyetirnya”,kataku tisdak sabar

Akhirnya sampai juga di depan rumah. Dengan cepat aku mencari mama yang kutemukan duduk di taman belakang rumah.

  ”Memang benar apa yang di katakan Bu Tanti, mama menemui beliau untuk mengurus dokumen kepindahan kamu”.itu jawaban mama ketika aku menanyakannya.

  ”Kenapa mama nggak bicara dulu sama aku”

  ”Sebenarnya tadi mama mau mengatakannya secara  langsung tapi ada urusan pekerjaan yang mendadak ,”

  ”Nggak ,pokoknya aku nggak mau pindah”

  ”Sayang, kita harus pindah ,papa dan mama sudah memutuskan untuk pindah ke Bali dan menetap di sana untuk mengurus resort nenek yang ada di sana ,kamu tahu kan kakek sudah meninggal??”

  PINDAH....KE BALI ???

Huft.....aku terduduk lemas di kursi santai yang ada di sebelah mama.Tidak habis pikir akan keegoisan mama dan papa yang mengambil keputusan tanpa melibatkanku.

  ”Pokoknya aku nggak mau, aku mau tetep disini ,terserah kalo mama sama papa mau pindah ke Bali”

  ”Ayolah ayu,mama minta maaf  karena sudah bersikap egois, itu semua terpaksa mama lakukan karena mama tau kamu akan menolak sejak awal kalo kamu tau rencana ini, mama tidak bisa membiarkan kamu tinggal sendirian di Jakarata kita tidak punya saudara untuk menitipkan kamu”.

  ”Kan aku bisa tinggal dengan Bi Ijah dan Mang Ujang ma”

  ”Itu tidak mungkin,mereka kan punya keluarga yang harus di urus mereka tidak mungkin menemani kamu di sini setiap hari”

  ”Pokoknya sekali nggak tetep nggak”.Kataku sambil berlalu dari hadapan mama dan menuju ke kamar untuk berganti pakaian, sebenarnya di dalam hati aku membenarkan apa yang di katakan mama bahwa aku tdak mungkin tinggal di rumah ini dengan Bi Ijah dan Mang Ujang yang juga memiliki keluarga sendiri.Tapi aku tidak mau pindah ke Bali, meninggalkan Rina dan semua yang ada disini.

”Ahhhhhhhhhhhh.........aku menjerit keras dalam hati.

            Setelah mandi dan berganti pakaian aku memutuskan mengunci diri di kamar sebagai bentuk penolakanku atas keputusan papa dan mama,saat jam makan malam tiba Bi Ijah yang mengetuk pintu kamarku dan menyurhku turun untuk makan malam, tapi aku diam saja tidak bergerak sesdikit pun dari tempat tidurku.Lalu terdengar suara mama.

  ”Bagaimana bi?”

  ”Masih tetep nggak mau keluar nya”

  ”Ya sudah biar saya saja, bibi ke dapur aja”

  “Baik nya”

            Berkali – kali mama merayuku untuk turun dan makan tapi aku tidak mendengarkannya, kututp kedua telingaku dengan bantal.

  “Ayu ayo buka nak jangan kayak anak kecil begini dong sayang ,kalo kamu nggak makan nanti kamu sakit lho”

            Tidak kuhiraukan perkataan mama sampai akhirnya aku tertidur pulas. Pagi Hari saat aku terbangun aku merasa tidak lagi ada di kamarku, melainkan di satu tempat yang asing ramai dengan orang – orang duduk di kursinya masing-masing sementara perempuan – perempuan cantik berseragam sibuk memberikan penjelasan tentang prosedur keselamatan.  .
Setelah beberapa lama aku sadar sedang berada di dalam pesawat.pantas saja selama aku tidur seperti ada yang mengangkat tubuhku. Ternyata papa benar-benar menjalankan keputusannya tanpa menghiraukan pendapatku sama sekali.
  “Hei,sudah bangunya”.kata papa menyapaku.

Aku diam tidak mengatakan sepatah kata pun, karena akan percuma saja aku tidak mungkin lari dari dalam pesawat yang akan take off .

Saat sampai di bandara Ngurah Rai Bali dan selama perjalanan menuju rumah nenek aku hanya diam tidak berbicara sepatah kata pun mama yang tau pasti akan tabiatku juga tidak mengatakan apa-apa karena tau akan percuma mengajakkku bicara dalam keadaan seperti ini .Satu- satunya hal yang aku lakukan adalah menghubungi Rina dan menceritakan semuanya, awalnya dia memaki-maki aku yang tidak memberitahunya dari awal tapi akhirnya dia bisa menerimanya.

Mama memindahkan sekolahku di SMA Widyatama yang jaraknya hanya satu kilometer dari rumah nenek di hari pertama kepindahanku ke sekolah yang berjalan dengan mulus tidak seperti yang aku bayangngkan sebelumnya, pulang sekolah aku memutuskan berjalan kaki Udara di Bali siang itu sedang panas terik walaupun tidak sepanas di Jakarta tetapi itu berhasil juga membuatku kehausan. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling mencari toko atau warung yang menjual minuman dingin.Aku pun menuju salah satu toko yang lebih mirip mini market dan megambil sebotol minuman digin dan membayarnya ,aku terbius oleh pemandangan yang adsa di depan mataku.Dari tempat dan posisiku berdiri aku melihat seorang kasir yang saat berada di depan kasir aku kaget alang kepalang laki-laki yang ada di depan yang kuperkirakan berusia 20 tahunan ini Oh My God dari bola matanya yang hitam dan sipit itu saja aku sudah bisa tau kalo dia dia jelas – jelas bukan orang indonesia ,kulitnya putih bersih justru semakin memperjelasnya dan kacamatanya itu aduh  menambah dia semakin terlihat ganteng dan jenius ,dari posisiku sekarang aku bisa menebak kira-kira tingginya sekitar 180 cm. Pandanganku beralih pada name tag yang ada di saku sebelah kanan kaos hitam yang dipakainya tertulis dengan jelas disana  ”Kim Song Hyun”

Hah......aku nyaris saja berteriak tapi hanya  sampai tenggorokkan

”Aku nggak lagi mimpi  kan???........”, kataku dalam hati.

entah sudah berapa lama aku diam karena sibuk dengan pertanyanku sensdiri sampai akhirnya,

”Hei,.....”sambil mengayunkan tangannya di depan wajahku.

”eh.....”,hanya kata itu yang pertama kali keluar saat kesasdaranku aku dapatkan kembali.
”Jadi bayar atau tidak?”

”Oh ini ”aku mengambil 3 lembar uang 3 ribuan di saku bajuku dan ku berikan kepanya sambil tidak lepas memandangi wajahnya karena aku masih tidak percaya ada orang korea yang nyasar ke sini. Sampai – sampai aku tidak sadar jika uang yang aku berikan tadi kurang karena minuman yang aku ambil itu harganya 5 ribu.

”Kurang 2 ribu”

Aku mencari dompetku di dalam tas ,sialnya dompet itu nggak ada di sana.

Lalu kuputuskan untuk menukar minuman yang aku bawa dengan minuman yang harganya  3 ribu rupiah. Aku benar – benar malu hari itu  kesan pertama yang tidak baik.

”terimaksih”

Eentah kenapa kata-kata yang ku dengar tadi diterjemahkan lain oleh otakku aku mensdengarnya sebagai kata ”kamshahamnida”

Sepanjang jalan pulang ke rumah aku senyum – senyum sendiri persis seperti orang gila. Keesokkan harinya aku kembali mampir ke toko itu dan hari itu aku tau kalo ternyata dia Indo Korea – Indonesia ayahnya orang Korea sedangkan ibunya orang Bali

Hari itu juga aku menelpon Rina untuk menceritakan semuanya.
”Rin.....Rinaaaa,.....”

”Ya..gue disini loe ngapain triak – triak sih,ne speaker hp udah nempel pas di telinga gue tau ,gue denger kok ,”

”heheh sorry sorry habisnya guwe terlalu seneng ”

”lo sehat kan Ay?”

“walafiat Rin, gue bingung mau crita dari mana dulu.”

“tarik nafas ,jlasin kwe gue palan – pelan”

”pertama loe pasti nggak percaya kalo gue dsisini ketemu pangeran dari korea yang gantengggggg banget, Mas Rino loe nggak ada apa-apanya deh”

”Sialan loe, kenapa jadi loe banding – bandingin sama Mas Rino gue”,kata Rina nggak terima.

“Kedua gue selalu pengen mampir ke toko itu cuma buat lihat dia doang, apa gue…?

“Jatuh cinta maksud loe?”

“Menurut loe? love at the first sight?”

“Mungkin,tapi lo harus bener – bener yakin dulu sama persaan loe,jangan – jangan loe naksir dia gara – gara dia orang korea doang, secara loe kan terobsesi sama apa aja yang berbau korea”

Kata - kata Rina ada benarnya juga, aku malai memikrikan apa yang dikatakan oleh Rina itu.

Hari ini class meeting jadi aku bisa pulang sekolah lebih awal. Aku mampir ke toko itu  utuk membeli  minuman dingin favoritku. Ini adalah yang ke 5 kalinya aku datang kesini kalo aku tidak salah mengingatnya. Setelah mengambil minuman aku membayarnya dengan sedikit mengobrol aku sudah pernah menceritakan ketertarikanku dengan bahasa korea dan hari ini aku memintanya untuk mengajariku beberapa kata dalam bahasa korea aku memulainya dengan pertannyaan pertama

”ayah?”

”appa”

”klo ibu?”

”amma”

”adik?

”Dongsaeng”

”Aku cinta kamu?”

”Saranghae”

Saranghae.......Sarangahae.......kata  itu berputar – putar di kepalaku sambil tetap tersenyum aku letakkan uang untuk membayar minuman tadi di meja kasir dan langsung pergi begitu saja . Belum jauh aku meninggalkan toko itu ada suara yang memanggilku, aku spontan berbalik tepat di bawah pohon trembesi yang daunnya sangat lebat. Senyum yang terkembang di bibir dan hatiku hilang seketika Sekujur tubuhku rasanya seperti kehilangan tulangnya , tenggorokkanku terasa kering ada kata – kata yang ingin keluar dari sana tapi hanya berhenti di pangkalnya saja, kurasakan mataku memanas aku benar - benar tidak percaya dengan pemandangan di depanku saat ini laki- laki yang aku lihat gagah dan jenius saat berada di belakang meja kasir sekarang berada tepat di depan mataku membawa kruk di kedua tagannya dengan kaos putih lengan pendek dan celana pendek sebatas lutut yang melayang – layang  tertiup oleh angin. YaTuhan....... Hampir saja bendungan air mataku pecah sebelum akhirnya....

 ” ini kembaliannya jangan lupa lagi ya...” sambil tersenyum lalu kemudian dia berbalik kembali masuk ke dalam toko.

Sedangkan aku tetap berdiri di tempat itu mematung untuk mendapatkan kesadaranku kembali bayangan celana pendek yang melayang – layang tertiup oleh angin kembali terlintas di benakku. Melayang dengan ringannya.......tak terasa butiran ar mataku jatuh tanpa bisa ku bendung lagi.



Here I am yeogi Here I am
Here I am naega yeogie yeogi inneunde

Here I am jigeum Here I am

Here I am jigeum yeogie naega inneunde

nal da jwodo mojara

nal beoryeodo mojara

naega neol eolmamankeum saranghaneunjireul

moreul geoya ama neon Here I am